Pantau Hakim, KY Pertimbangkan
Bersinergi dengan Ormas
Ketua Bidang Sumber Daya Manusia,
Penelitian, dan Pengembangan Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus mengatakan,
KY seharusnya bersinergi dengan organisasi masyarakat (ormas). Ia menilai,
ormas turut berperan penting dalam peristiwa penangkapan
hakim PN Bekasi Puji Wijayanto yang tertangkap "nyabu", pekan lalu. Jaja
mengungkapkan, KY dan Badan Narkotika Nasional (BNN) tidak dapat menangkap
hakim Puji tanpa adanya laporan ormas.
"Ormas sebagai civil
society telah mendorong pengadilan bersih dengan melaporkan hakim
Puji. Sehingga dia dapat dibekuk,"kata Jaja, saat mengisi sebuah seminar.
Oleh karena itu, ia menekankan,
perlunya KY bersinergi dengan ormas. Hal tersebut sejalan dengan amanat
Undang-Undang (UU) nomor 18 tahun 2012 tentang perubahan UU no. 22 tahun 2004
tentang KY. Dalam UU itu disebutkan, salah satu tugas KY adalah meningkatkan
kapasitas hakim. Hal tersebut tidak dapat dilakukan tanpa adanya peran
serta masyarakat dalam mengawasi hakim. KY berharap, masyarakat tidak
ragu melaporkan tindakan hakim yang menyimpang.
"Dalam rangka itu, KY juga
berperan untuk menjaga dan menegakkan kode etik dan perilaku hakim,"
katanya
Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional
(BNN) menangkap hakim Pengadilan Negeri Bekasi Puji di ruang karaoke di
Illigals Hotel and Club di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Selasa petang.
Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Benny Jozua Mamoto menjelaskan,
penangkapan itu bermula dari penyelidikan dan pengembangan informasi.
Dikatakannya, hakim PW selama ini merupakan target operasi BNN.
"Kami menangkap yang
bersangkutan berdasarkan penyelidikan selama ini”. Benny mengungkapkan,
awalnya, pihaknya mendapatkan informasi tentang adanya kegiatan Puji bersama
rekannya mengonsumsi narkotika di tempat karaoke. Selanjutnya, BNN menerjunkan
belasan petugas untuk melakukan penangkapan. Di tempat olah vokal itu, petugas
mendapati PW tengah asyik bernyanyi bersama rekannya S, seorang pria Jayapura
dan ditemani empat wanita penghibur. Keempat perempuan asal Jakarta, Bogor,
Bandung, dan Purwodadi juga diamankan petugas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar