"Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia." ( Ir. Soekarno )
Pemuda saat ini mengadapi tantangan
berbeda untuk menemukan kembali perannya. Selain itu, juga menguatnya apatisme
terhadap persoalan masyarakat (bangsa), rendahnya jiwa kepemimpinan dan
jiwa patrionisme, rendahnya etos kerja, kemandirian, dan kemampuan
bersaing. Pemuda yang diharapkan membawa perubahan dalam pembangunan, terjebak
perilaku korup, dan mudah dibeli oleh kelompok dan golongan elit untuk
kepentingan politik. Pemuda menjadi massa yang memenuhi jalan-jalan
karena bayaran. Bergabung dengan organisasi kepemudaan yang jauh berbeda
dengan semangat pemuda yang memperjuangkan keadilan. Permasalahan
sosial yang muncul di kalangan pemuda seperti hamil di usia sekolah,
aborsi, pelacuran, hingga penyakit menular, bahkan muncul kasus anak
bermasalah dengan hukum (ABH).
Anak muda seperti kehilangan
identitasnya. Diperlukan proses pembentukan identitas pemuda yang
berkelanjutan di tengah ketiadaan sosok pemimpin dan panutan pemuda yang membanggakan. Oleh karena itu, upaya yang harus kita dorong
bersama adalah bagaimana agar pemuda memiliki karakter yang kuat,
terbangunnya kewargaan lewat pendidikan dan dialog terus-menerus.
Bagaimana Pemuda dapat memperjuangkan hak-haknya lewat pelibatan aktif
sebagai warga. Dibukanya ruang yang lebih luas bagi pemuda lewat forum,
kelompok dan komunitas untuk dapat berekspresi, menyuarakan pendapatnya
serta ikut dalam kesempatan pengembangan diri. Tanggung jawab ini,
bukan hanya pemuda, tetapi negara ikut bertanggungjawab membentuk
identitas kebangsaan dan menjamin ruang bagi anak muda dan pemuda lewat
kebijakan.
Dalam perspektif politik,
pemuda merupakan individu atau komunitas warga negara yang terus-menerus
menempa diri tanpa mengenal batas waktu dan mengaktualisasikan segenap
potensinya untuk menjadi pemimpin di masa depan. Diluar potensi pemuda yang begitu besar,
terdapat beragam persoalan yang dihadapi pemuda saat ini diantaranya
adalah terkait isu kebangsaan. Hal ini menjadi tantangan bagi pemuda
untuk mendapatkan kembali peranannya dalam sejarah Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar